Aku Masih Menunggumu Pulang
Gemerisik daun yang basah oleh embun tersentuh jemari hingga terjatuh
Sinar mentari menghangat di pipi memaksaku untuk segera bersiap patuh
Udara segar penuhi rongga kehidupanku hingga aku puas untuk melepasnya
Indahya pagi membuatku termenung berharap cemas tak berdaya
Detik yang berlalu pompa adrenalinku merintih mengerang tak tenang
Lalu laju roda kehidupan menambah rasa penat mengusik rasa menghilang
Masih terngiang ucapmu berharap aku tetap berdiri di sini
Kusematkan rasa rinduku untukmu dalam bimbang menanti
Kutitipkan separuh nafasku untukmu kembali
Merengkuh asa di titian pelangi
Jan 03
(bintang malamku menuju 21. Aku di sini untukmu. jangan lupa dzikirnya)
No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah meninggalkan jejak di sini. Segala komentar yang tidak berhubungan dengan artikel, tidak akan dipublikasikan.
Salam hangat ;)