Wednesday, January 8, 2003

Bunda, kembali padaku!



Aku masih ingat, Bunda

Saat engkau perlahan tertatih membawaku bersamamu selama sembilan bulan tiada lelah



Aku masih ingat, Bunda

Saat engkau pertaruhkan nyawamu

berteriak melepas beban karena cintamu padaku di ruang bersalin itu



Aku masih ingat, Bunda

Saat engkau masih terkantuk menyusuiku tengah malam dan ganti popok basahku



Aku masih ingat, Bunda

Deretan kenangan silih berganti menerobos memoriku

Saat kau tersenyum

Saat kau terdiam

Saat kau menangis

Saat kau marah

Saat kau lelah



Aku masih ingat, Bunda

Kau memakan butiran-butiran aneka bentuk berwarna warni demi penyambung nyawa

Suntik, rawat inap, rontgen, scan, kemoterapi

Rasanya aku tak sanggup melihat deritamu, Bunda



Aku masih ingat, Bunda

Akhirnya kau pasrahkan semuanya pada Illahi

Akhirnya kau menyerah melawan keganasan para pengganggu dalam tubuhmu

Akhirnya, tanah merah memisahkan antara kau dan aku...



Bunda, kembali padaku!



Aku mohon, jangan tinggalkan aku seperti ini, Bunda!



Bunda, kembali padaku!



Aku belum puas memandangmu...

Aku belum puas memelukmu...

Aku belum puas merawatmu...



Bunda...

Maafkan bila hingga akhir hayatmu,

aku belum sempat berucap...

"Aku mencintaimu, Bunda."



Des 02

(In memoriam: mama. The best woman that i've ever know)

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di sini. Segala komentar yang tidak berhubungan dengan artikel, tidak akan dipublikasikan.

Salam hangat ;)