Thursday, January 9, 2003

Ketika Aku Harus Bersimpuh (Doa Dewi Pradnya Paramitha)



Allah Tercinta

Ketika aku lalai dalam shalatku, Kau hanya tersenyum

Ketika aku futur dalam setiap langkahku, Kau menuntunku dengan sabar

Ketika aku kufur nikmat iman, Kau menegurku lembut



Allah Terkasih

Ketika aku lengah dalam tugasku, Kau bisikkan kalimat penuntun-Mu

Ketika aku pongah dalam keberhasilanku, Kau mengambilnya tanpa kompromi

Ketika aku menangis marah pada-Mu, Kau memelukku erat



Allah Tersayang

Aku bersimpuh di sajadah panjangku

Aku tergugu tanpa kata dan rasa

Aku hanya bisa berbisik dalam hatiku

Aku tak mampu menghentikan belaian bayu-Mu

Aku tak mampu melawan rengkuhan guruh-Mu



Allah...Kekasih Abadiku...

Sedari dulu aku hanya bisa berucap, "Ampuni aku. Beri aku kesempatan!"

Pun ketika kesempatan itu datang, aku tak mampu berbuat banyak.

Aku hanya melemah jiwa dan raga.



Ya Rabb...

Aku selalu mengkhianati cinta-Mu.

Aku tak lagi ada.

Aku letih.

Aku sudah usai.



Ya Rabb...

Masih bolehkah aku mencium wangi surga-Mu?





Jan 03

(Renungan ba'da Dhuhur)

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di sini. Segala komentar yang tidak berhubungan dengan artikel, tidak akan dipublikasikan.

Salam hangat ;)