Berkurangnya Jatah Hidup
Hari ini genap usiamu 20 tahun. Dewasa dalam pikir dan laku. Pria muda.
Tawa tangis menghias harimu tanpa henti. Ditempa pengalaman tak berkesudahan.
Maaf aku tak bisa membahagiakanmu. Hanya bisa berdoa agar kau lebih baik.
Maaf tak bisa memberikan yang terbaik. Apa yang kupunya, itulah milikmu.
Sayang, semoga Allah selalu bersamamu
Jakarta, February 7, 2003
Ini bukan puisi, kok!
(Selamat Ilang Tahun, Adikku Tersayang)
No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah meninggalkan jejak di sini. Segala komentar yang tidak berhubungan dengan artikel, tidak akan dipublikasikan.
Salam hangat ;)