Satu Pinta Terakhir
Rabb... Luluhkan hati ayahanda. Cairkan es yang mengeras di dadanya.
Rabb... Masih ada setetes embun cinta untuk ayahanda. Kirimkan padanya.
Basahi qalbunya. Balikkan hatinya. Buatlah agar ia tersenyum bahagia.
Biarkan ia bahagia melihatku bisa menatap masa depan sendiri.
Rabb... Sampaikan peluk cium terakhirku untuk ayahanda. Terakhir...
Jakarta, March 03
(Lupakanlah bahwa kau pernah memiliki aku, ayah...)
No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah meninggalkan jejak di sini. Segala komentar yang tidak berhubungan dengan artikel, tidak akan dipublikasikan.
Salam hangat ;)