Kelam nyaris tiba di ujungnya
Derai-derai doa samar terdengar
Sudut penantian lamat-lamat menguap
Sajadah belum terlipat
Kelam yang tenang
Kelam yang hening
Hamba rundukkan hati
Melipat kantuk
Memeluk Cinta
Ratu malam kibaskan selendang suteranya
Hitam tipis bersemu putih
Bulan terdiam
Cakrawala membisu
Angin terpaku
Airpun tak berani bernyanyi
Dan bintangpun berhenti bercengkerama
Alam mendengarkan
Semesta menyaksikan
Malam berhujan seribu cahaya
Serpihan keemasan mengguyur buana
Menitik satu… sepuluh… seratus…seribu…
Berkilau…
Berlomba…
Tak sabar menyentuh tangan-tangan yang tengadah
Selimuti hati yang berbalut rindu
Puaskan asa yang terbelenggu raga
Bebaskan jiwa berkelana menuju Cinta…
Jakarta, 7 Oktober 2007 subuh
Lailatul Qadr, Ramadhan 1428H
dari: www.mutiaracinta.multiply.com
No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah meninggalkan jejak di sini. Segala komentar yang tidak berhubungan dengan artikel, tidak akan dipublikasikan.
Salam hangat ;)