Masih Ada Waktu
Cukup waktu yang berjalan mendekati seulas senyum manis yang senantiasa bertengger di tepi cakrawala harapan
Bersiap melepas semua hasrat terpendam yang terdiam tanpa mampu terungkap oleh gelegak dalam jiwa
Biarlah bersama merenda setiap detik tersisa dalam hening dengan merajut kasih yang tertata rapi dalam impian
Masih tersisa sepotong tanya dalam gelapnya halusinasi bernuansa merah hati
Inikah takdir yang telah tergores di setiap tulang rusukku dengan tetesan darah?
Entahlah... Yang kuingat hanya satu: masih ada detik yang berbunyi merdu di telingaku
Jakarta, Feb 6, 2003
(Jangan pernah tanya hal itu lagi, Bintang Malam. Tiada keraguan.)
No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah meninggalkan jejak di sini. Segala komentar yang tidak berhubungan dengan artikel, tidak akan dipublikasikan.
Salam hangat ;)