Tuesday, February 4, 2003

Sebentuk Cinta Yang Tersisa Untuk Ayah



Ayah, aku masih ingat seluruh kenangan kala kau bersamaku

Aku masih ingat sewaktu kau bercerita tentang serunya menjadi kuli tinta

Asyiknya memburu berita perang di Afghanistan

Hebohnya meliput NASA dan kameramu hilang

Aku masih ingat, Yah...



Ayah, aku masih ingat ketika mama mendahului kita

Kau tampak begitu terpukul dan marah

Kau bahkan tidak bisa lagi bercanda seperti dulu lagi

Tak ada lagi kehangatan dalam senyum penuh kharisma itu lagi



Ayah, kini kau amat rapuh dan jauh

Kau begitu antipati dan apatis terhadap semuanya

Aku tahu kau menderita amat sangat tak berkesudahan

Namun kau juga harus mengerti, Ayah... Aku lebih menderita



Ayah, dari sekian banyak kenangan kita, aku ingin berucap satu hal...



Aku masih mencintaimu meski tiada lagi aku di hatimu



Feb 5, 2003

(Maafkan aku, Ayah... Aku pilih jalan sendiri)

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di sini. Segala komentar yang tidak berhubungan dengan artikel, tidak akan dipublikasikan.

Salam hangat ;)